Sabtu, 19 Maret 2016

review ict ke-4 header dan footer

Sekilas mengenai materi ICT SENIN,14 Maret 2016 SESI 1.

1. PENGATURAN HALAMAN.
   Pengaturan halaman di gunakan untuk menyesuaikan halaman lembar kerja
 ketika membuat dokumen
 A. Mengatur ukuran kertas.
    Pilih menu page layout, pilih size pada grup page setup, kemudian pilih
  ukuran kertas yang di inginkan, sesuaikan panjang dan lebat kertas.
 B. Mengatur orientasi halaman.
    Pilih menu page layout, pilih orientation pada grup page setup, terdapat  2
  pilihan, yaitu potrait dan landscape.
C. Mengatur margin.
   Pada menu page layout, pilih margin pada grup page setup, pilih sesuai yang
 diinginkan , atau klik custom margin untuk menentukan sendiri ukuran tiap
 margin.
2. NUMBERING.
  Tandai teks yang akan di beri numbering, klik ikon numbering pada grup home,
 dan atur sesuai keinginan. (Change list level, define newnew numbet format,
 set number valve).
3. HEADER DAN FOOTER.
  Pada menu insert,pilih header dan footer, (klik ikon tersebut pilih template
 atau tambahkan objek dan tulisan sesuai keinginan.
4. PENOMORAN.
  Pada menu inserrt, group header dan footer pilih page number, pilih tata letak
 halaman dengan klik 2 kali pada header dan footer, sehingga akan muncul .
 Pilih design, klik page number format, pilih sesuai keinginan.



Terimakasih...

17 maret 2016

Hari yang cukup cerah berawan, namun di hari ini pula saya di kejar dengan berbagai deadline, rutinitas, dan masih banyak hal lagi.

Hal itu merupakan kewajiban yang menjadi tanggungjawab sebagai mahasiswa, yang telah di beri amanah orang tua untuk menuntut ilmu , karena beliau menitipkan secarik harapan pada kita agar cemerlang di kemudian hari.

Itulah sumber semangatku, maka untuk mewujudkan hal tersebut perlu adanya tekat yang sungguh-sungguh.

Rabu, 16 Maret 2016

Rutinitasku

Assalamualaikum .wr.wb

   Sugeng rawuh, para hadirin pembaca blogger.

   Pada kesempatan ini saya akan menyampaikan sedikit mengenai keseharian saya. Selamat menyimak !!!

   Pertama-tama, dimulai sejak bangun tidur, biasanya sih saya bangun sekitar pukul 04.30 Setelah itu, sholat subuh dan mempersiapkan keperluan kuliah untuk hari tersebut. Kemudian dilanjutkan dengan mereview mata kuliah hari itu.tujuannya untuk mengantisipasi quiz dadakan. haha. Setelah itu, Sarapan dan mandi. Kemudian go kampus!!! Tentunya dengan semangat bismillahirahmanirahiim.

   Di bagian kedua ini, saya sedikit bercerita tentang kebiasaanku di kampus.utamanya yah sudah jelas yaitu menuntut ilmu. Disamping itu adalah diskusi atau sekedar ngobrol dengan kawan-kawan, canda tawa, sholat dhuhur, ngopi, dan lain lain.

   Selanjutnya, setelah pulang kuliah. Paling sore jam 15.30 Tidak lupa sholat ashar dan makan, karena tentunya perut sudah memberontak  minta di isi. kemudian tidur. Dan biasanya terbangun ketika sudah hampir magrib. Setelah bangun, langsung mandi. Kemudian persiapan sholat magrib.
  Nah, yang terakhir yaitu santai dikos sambil menunggu adzan isya. Selepas sholat isya, dilakukan untuk mengerjakan tugas, laporan praktikum, mencuci, dan lain lain. Kadang-kadang juga buat cari angin alias halan-halan. Sampai akhirnya go seperangkat alat tidur jam 22.00..

  Maturnuwun para penggemar

  Wa'allaikumsalam wr.wb

Minggu, 06 Maret 2016

TENTANGKU

RIWAYAT KEHIDUPAN

Namaku Andre Yoan Setyanjana.Aku dilahirkan di kota yang letaknya dipojok tenggara Provinsi Jawa Tengah yaitu Wonogiri.Tepatnya pada tanggal 4 Januari 1998.Masa kecilku ku habiskan di Kabupaten Kebumen,Jawa Tengah.Tepatnya di dusun Lengkoro 2,Rt 02/07,desa Babadsari,kecamatan Kutowinangun.Aku dibesarkan di daerah tersebut,hinnga menginjak lulus SLTP.Kemudian saya mengikuti jejak keluarga untuk pindah ke kota Timika,Papua.Apa Timika ?Iya.Timika itu kota nan kaya raya dengan hasil alamnya,terutama Pertambangan.Kalian tahu PT FREEPORT INDONESIA? Iya,yaitu Perusahaan Amerika Serikat yang mengeksplorasi mineral-mineral di bumi Cenderawasih,Papua.Hasil tambang tersebut berupa:emas,tembaga,dan masih banyak lagi.misalnya Uranium.Bahan utama pembuatan energi nuklir.Dan saya menamatkan SLTA di sebuah sekolah negeri di sana.TIMIKA ITU AWESOME.Akhirnya saya diberi amanah oleh orang tua untuk melanjutkan belajar di FISIKA UIN SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA

UIN SUNAN KALIJAGA

Sejarah
1951-1960
Periode Rintisan
 Periode ini dimulai dengan Penegerian Fakultas Agama Universitas Islam  Indonesia (UII) menjadi Perguruan Tinggi Agama Islam (PTAIN) yang diatur dengan Peraturan Presiden Nomor 34 Tahun 1950 Tanggal 14 Agustus 1950 dan Peresmian PTAIN pada tanggal 26 September 1951. Pada Periode ini, terjadi pula peleburan PTAIN (didirikan berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 34 Tahun 1950) dan ADIA (didirikan berdasarkan Penetapan Menteri Agama Nomor 1 Tahun 1957) dengan diterbitkannya Peraturan Presiden Nomor 11 Tahun 1960 Tanggal 9 Mei 1960 tentang Pembentukan Institut Agama Islam Negeri (IAIN) dengan nama Al-Jami'ah al-Islamiyah al-Hukumiyah. pada periode ini, PTAIN berada di bawah kepemimpinan KHR Moh Adnan (1951-1959) dan Prof. Dr. H. Mukhtar Yahya (1959-1960)

1960-1972
Periode Peletakan Landasan
 Periode ini ditandai dengan Peresmian IAIN pada tanggal 24 Agustus 1960. Pada periode ini, terjadi pemisahan IAIN. Pertama berpusat di Yogyakarta dan kedua, berpusat di Jakarta berdasarkan Keputusan Agama Nomor 49 Tahun 1963 Tanggal 25 Februari 1963. Pada periode ini, IAIN Yogyakarta diberi nama IAIN Sunan Kalijaga berdasarkan Keputusan Menteri Agama Nomor 26 Tahun 1965 Tanggal 1 Juli 1965. Pada periode ini telah dilakukan pembangunan sarana dan prasarana pendidikan, dimulai dengan pemindahan kampus lama (di Jalan Simanjuntak, yang sekarang menjadi gedung MAN 1 Yogyakarta ) ke kampus baru yang jauh lebih luas (di Jalan Marsda Adisucipto Yogyakarta). Sejumlah gedung fakultas dibangun dan di tengah-tengahnya dibangun pula sebuah masjid yang masih berdiri kokoh. Sistem pendidikan yang berlaku pada periode ini masih bersifat 'bebas' karena mahasiswa diberi kesempatan untuk maju ujian setelah mereka benar-benar mempersiapkan diri. Adapun materi kurikulumnya masih mengacu pada kurikulum Timur Tengah (Universitas Al-Azhar, Mesir) yang telah dikembangkan pada masa PTAIN. Pada periode ini, IAIN Sunan Kalijaga berada di bawah kepemimpinan Prof. RHA Soenarjo, SH (1960-1972).

1972-1996
Periode Peletakan Landasan Akademik

  Pada periode ini, IAIN Sunan Kalijaga dipimpin secara berturut-turut oleh Kolonel Drs. H. Bakri Syahid (1972-1976), Prof. H. Zaini Dahlan, MA (selama 2 masa jabatan: 1976-1980 dan 1980-1983), Prof. Dr. HA Mu'in Umar (1983-1992) dan Prof. Dr. Simuh (1992-1996). Pada periodeini, pembangunan sarana prasarana fisik kampus meliputi pembangunan gedung Fakultas Dakwah, Perpustakaan, Program Pascasarjana, dan Rektorat dilanjutkan. Sistem pendidikan yang digunakan pada periode ini mulai bergeser dari 'sistem liberal' ke 'sistem terpimpin' dengan mengintrodusir 'sistem semester semu' dan akhirnya 'sistem kredit semester murni'. Dari segi kurikulum, IAIN Sunan Kalijaga telah mengalami penyesuaian    yang radikal dengan kebutuhan nasional bangsa Indonesia. Jumlah fakultas bertambah menjadi 5 (lima); yaitu Fakultas Adab, Dakwah, Syari'ah, Tarbiyah dan Ushuluddin. Program Pascasarjana IAIN Sunan Kalijaga dibuka pada periode ini, tepatnya pada tahun akademik 1983/1984. Program Pascasarjana ini telah diawali dengan kegiatan-kegiatan akademik dalam bentuk short courses on Islamic studies dengan nama Post Graduate Course (PGC) dan Studi Purna Sarjana (PPS) yang diselenggarakan tanpa pemberian gelar setingkat Master. Untuk itu, pembukaan Program pAscasarjana pada dasawarsa delapan puluhan tersebut telah mengukuhkan fungsi IAIN Sunan Kalijaga sebagai lembaga akademik tingkat tinggi setingkat di atas Program Strata Satu.

1996-2001
Periode Pemantapan Akademik dan Manajemen

 Pada periode ini, IAIN Sunan Kalijaga berada di bawah kepemimpinan Prof. Dr. HM. Atho Mudzhar (1997-2001). Pada periode ini, upaya peningkatan mutu akademik, khususnya mutu dosen (tenaga edukatif) dan mutu alumni, terus dilanjutkan. Para dosen dalam jumlah yang besar didorong dan diberikan kesempatan untuk melanjutkan studi, baik untuk tingkat Magister (S2) maupun Doktor (S3) dalam berbagai disiplin ilmu, baik di dalam maupun di luar negeri. Demikian pula peningkatan sumber daya manusia bagi tenaga administratif dilakukan untuk meningkatkan kualitas manajemen dan pelayanan administrasi akademik. Pada periode ini, IAIN Sunan Kalijaga semakin berkonsentrasi untuk meningkatkan orientasi akademiknya dan mengokohkan eksistensinya sebagai lembaga pendidikan tinggi. Jumlah tenaga dosen yang bergelar Doktor dan Guru Besar meningkat disertai dengan peningkatan dalam jumlah koleksi perpustakaan dan sistem layanannya.

2001-2010
Periode Pengembangan Kelembagaan

 Periode ini dapat disebut sebagai 'Periode Trasformasi', karena, pada periode ini telah terjadi peristiwa penting dalam perkembangan kelembagaan pendidikan tinggi Islam tertua di tanah air, yaitu Transformasi Institut Agama ISlam Negeri (IAIN) Sunan Kalijaga menjadi Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 50 Tahun 2004 Tanggal 21 Juni 2004. Deklarasi UIN Sunan Kalijaga dilaksanakan pada tanggal 14 Oktober 2004. Periode ini di bawah kepemimpinan Prof. Dr. HM. Amin Abdullah (2001-2005) dengan Pembantu Rektor Bidang Akademik Prof. Drs. H. Akh. Minhaji, MA., Ph.D, Pembantu Rektor Bidang Administrasi Umum Drs. H. Masyhudi, BBA, M.Si. dan Pembantu Rektor Bidang Kemahasiswaan Prof. Dr. H. Ismail Lubis, MA (Almarhum) yang kemudian digantikan oleh Dr. Maragustam Siregar, MA.
Pada periode kedua (2006-2010) dari kepemimpinan Prof. Dr. HM. Amin Abdullah telah dibentuk Pembantu Rektor Bidang Kerja Sama. Dengan ditetapkannya keberadaan Pembantu Rektor Bidang Kerja Sama, maka kepemimpinan UIN Sunan Kalijaga pada periode kedua ini adalah sebagai berikut : PEmbantu Rektor Bidang Akademik, Dr. H. Sukamta, MA, Pembantu Rektor Bidang Administrasi Umum, Dr. H. Tasman Hamami, MA, Pembantu Rektor Bidang Kemahasiswaan, Dr. Maragustam Siregar, MA, dan Pembantu Rektor Bidang Kerja Sama dijabat oleh Prof. Dr. H. Siswanto Masruri, MA.
Perubahan Institut menjadi universitas dilakukan untuk mencanangkan sebuah paradigma baru dalam melihat dan melakukan studi terhadap ilmu-ilmu agama dan ilmu-ilmu umum, yaitu paradigma Integrasi interkoneksi. Paradigma ini mensyaratkan adanya upaya untuk mendialogkan secara terbuka dan intensif antara hadlarah an-nas, hadlarah al-ilm, dan hadlarah al-falsafah. Dengan paradigma ini, UIN Sunan Kalijaga semakin menegaskan kepeduliannya terhadap perkembangan masyarakat muslim khususnya dan masyarakat umum pada umumnya. Pemaduan dan pengaitan kedua bidang studi yang sebelumnya dipandang secara dimatral berbeda memungkinkan lahirnya pemahaman Islam yang ramah, demokratis, dan menjadi rahmatan lil 'alamin.

2010-2014
Periode 
Kebersamaan dan Kesejahteraan
Berdasarkan Keputusan Menteri Agama RI Nomor : B.II/3/16522/2010 Tanggal 6 Desember 2010, Guru Besar Fakultas Ushuluddin, Studi Agama dan Pemikiran Islam diberi tugas tambahan sebagai Rektor UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta masa jabatan 2010-2014. Periode di bawah kepemimpinan Prof. Dr. H. Musa Asy’arie dibantu oleh empat Pembantu Rektor yaitu:  Pembantu Rektor Bidang Akademik Dr. Sekar Ayu Aryani, M.Ag., Pembantu Rektor Bidang Administrasi Umum Prof. Dr. H. Nizar, M.Ag,. Pembantu Rektor Bidang Kemahasiswaan Dr. H. Ahmad Rifai,. M.Phil., dan Pembantu Rektor Bidang Kerjasama, Prof. Dr. H. Siswanto Masruri, M.A.
Seiring dengan perkembangan jaman dan dalam rangka meningkatkan mutu penyelenggaraan dan pelayanan pendidikan tinggi, dinilai organisasi tata kerja Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta perlu ditata kembali. Oleh karena itu, Organisasi Tata Kerja Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga mengalami perubahan berdasarkan Peraturan Menteri Agama Nomor 26 Tahun 2013. Sesuai dengan Organisasi Tata Kerja Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga yang baru, dalam melaksanakan tugasnya, Rektor  dibantu oleh tiga Wakil Rektor yaitu: Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Dr. Sekar Ayu Aryani, M.Ag., Wakil Rektor Bidang Administrasi Umum, Perencanaan dan Keuangan, Prof. Dr. H. Nizar, M.Ag.,dan wakil Rektor Bidang Kelembagaan dan Kerja sama Dr. H. Maksudin, MA.

Sumber :UIN SUNAN KALIJAGA